Bismillah
31 ....
30....
31....
30....
31....
Setelah kepergian bapak ada kegiatan baru sebelum saya berangkat ke kantor, melihat kalender. yah kegiatan itu sekarang menjadi kebiasaan saya. Untuk apa di lihat ??? setiap menjelang awal bulan lagi atau akhir bulan terkadang saya bertanya-tanya "kebutuhan bulan ini apa saja ya". *ah, pikiran stupid, ngapain pula saya mikir begitu*.
Setelah kepergian bapak terkadang timbul pertengkaran-pertengkaran kecil dengan ibu atau adik, tapi lebih sering sama ibu. menyedihkan kalau saya bilang karena saya dengan ibu punya sifat yang bertolak belakang banget.
Setelah kepergian bapak banyak yang berubah, terutama kondisi ekonomi. duh nggak bisa ngebayangin lagi euy. urang sunda bilang teh : Lieur... bukan Iler ya hahaha....awas kalau salah ucap.. tak jitak sampeyan *halah.. jadi jawa*.
Bulan ini bisa di bilang bulan yang penuh dengan pengeluaran, Besar Pasak daripada Tiang. apa yang saya pikir di bulan April akhirnya benar juga. Banyak pengeluaran bow.....Hidup kok begini banget ya hahaha.. *nggak usah complain ya bow, jalanin aja.. semua sudah di atur-tur-tur-tur ..wokeh*. Rasanya otak ini udh penuh dengan masalah, tinggal tunggu bisa luber apa kagak nih hehehe. satu-satunya hiburan dan jiwa penenang saya adalah DIA dan dia.
Setelah ini ada apa lagi.. setelah ini kenapa lagi.. trus gimana ??
Huffff..... terkadang apa yang di minta ibu saya tidak bisa sanggupi, kadang sedih kadang juga yaa sikap saya biasa aja. nggak ngerti juga dengan sikap saya sendiri heu..heu..heu..Dulu ketika bapak masih ada ibu yang selalu curhat *ya iyalah secara suami -istri gitu* nah, sekarang Saya. Jujur saja adik saya katakan nggak bisa di andalkan, mereka bilang masih kecil tapi buat saya dia sudah besar sebentar lagi 17 thn. tapi, ya sudahlah apa kata mereka. diandalkan bukan maksudnya suruh kerja lho ya, tapi sekedar bantu-bantu saya atau ibu susahnya minta ampun.
Setelah ini ada apa lagi ??
*Capek*
Tuesday, May 25, 2010
Monday, May 03, 2010
Terbayar Sudah
Bismillah
Alhamdulillah, akhirnya jawaban itu datang juga. benar Allah tidak pernah ingkar pada janjinya.segala kekhawatiran, kecemasan, kebingungan, ketakutan saya selama ini sirna setidaknya hati saya bisa lega setelah urusan dengan pihak asuransi hampir selesai kami tinggal menunggu surat-surat penting di kembalikan kepada kami lagi.
satu persatu kesulitan dan permasalahan kami selesai. tapi tak menutup kemungkinan jika masalah yang satu selesai kita harus siap menghadapi yang lain. dan semoga kami bisa melewatinya. amin ..
Kesabaran saya dan ibu membuahkan hasil.. Alhamdulillah Puji syukur kehadirat-MU ya Allah
atas segala rahmat, hidayah dan inayahnya kepada kami. dan saya masih harus masih bersabar lagi untuk menyelesaikan "Project" dan sabar mencari pekerjaan (lagi) bukan berarti saya tidak puas dengan yang sekarang tetapi memang di kantor sedang ada problem jadi sedia payung sebelum hujan dan tentunya sabar menanti L****** juga hahaha... mudah-mudahan ya ... amin
Asuransi hampir selesai... Rindu saya pun terbayar sudah. setelah dua minggu sulit berkomunikasi saya dan dia akhirnya bisa berkomunikasi kembali. Jarak kami yang begitu jauh tak membuat saya menjadi resah, semua saya serahkan kepada Sang Pemilik Segala Cinta, Allah Swt. maybe my next plan after the project finished I tried to apply in toronto.. sekarang-sekarang ini saya sedikit sibuk mencari informasi tentang visa Canada dan Autralia.
dan mencari tahu tentang How life in there ??
Hmm.. ok lama tidak menulis hari ini menghasilkan dua buah tulisan heu..heu..heu..
Alhamdulillah, akhirnya jawaban itu datang juga. benar Allah tidak pernah ingkar pada janjinya.segala kekhawatiran, kecemasan, kebingungan, ketakutan saya selama ini sirna setidaknya hati saya bisa lega setelah urusan dengan pihak asuransi hampir selesai kami tinggal menunggu surat-surat penting di kembalikan kepada kami lagi.
satu persatu kesulitan dan permasalahan kami selesai. tapi tak menutup kemungkinan jika masalah yang satu selesai kita harus siap menghadapi yang lain. dan semoga kami bisa melewatinya. amin ..
Kesabaran saya dan ibu membuahkan hasil.. Alhamdulillah Puji syukur kehadirat-MU ya Allah
atas segala rahmat, hidayah dan inayahnya kepada kami. dan saya masih harus masih bersabar lagi untuk menyelesaikan "Project" dan sabar mencari pekerjaan (lagi) bukan berarti saya tidak puas dengan yang sekarang tetapi memang di kantor sedang ada problem jadi sedia payung sebelum hujan dan tentunya sabar menanti L****** juga hahaha... mudah-mudahan ya ... amin
Asuransi hampir selesai... Rindu saya pun terbayar sudah. setelah dua minggu sulit berkomunikasi saya dan dia akhirnya bisa berkomunikasi kembali. Jarak kami yang begitu jauh tak membuat saya menjadi resah, semua saya serahkan kepada Sang Pemilik Segala Cinta, Allah Swt. maybe my next plan after the project finished I tried to apply in toronto.. sekarang-sekarang ini saya sedikit sibuk mencari informasi tentang visa Canada dan Autralia.
dan mencari tahu tentang How life in there ??
Hmm.. ok lama tidak menulis hari ini menghasilkan dua buah tulisan heu..heu..heu..
Tiba-Tiba
Bismillah
Kemaren saya pulang kerja nebeng dengan teman kantor dengan sepeda motornya, jalur yang kami lalui adalah jalur yang dulu Almarhum bapak saya sering lewati.
Kota - Gajah Mada - Harmoni - Juanda - Pasar Baru - Belok Ke Kanan menuju Senen - Cempaka Putih - Pulo Gadung .......
Jalur itu adalah jalur dimana Almarhum bapak sering lewati Berangkat dan Pulang kerja.
Sepanjang perjalanan saya jadi teringat Almarhum Bapak. untunglah air mata tidak menetes hehehe.. saya kirimkan doa saja buat beliau. yah, sepanjang perjalanan saya terus mendoakan beliau dan terus mengenang beliau waktu jalan bersama saya semasa hidupnya.
hal yang saya ingat dengan beliau adalah, beliau sangat hapal jalan dan wilayah jakarta serta sekitarnya. kalau saya ingin berpergian dan saya tidak tau naik apa turun dimana. bapak lah yang pertama kali yang menyebutkan naik bus ini trus turun disini hehehe..
ah pak... maaf saya belum sempat "kerumah" bapak lagi...
Kemaren saya pulang kerja nebeng dengan teman kantor dengan sepeda motornya, jalur yang kami lalui adalah jalur yang dulu Almarhum bapak saya sering lewati.
Kota - Gajah Mada - Harmoni - Juanda - Pasar Baru - Belok Ke Kanan menuju Senen - Cempaka Putih - Pulo Gadung .......
Jalur itu adalah jalur dimana Almarhum bapak sering lewati Berangkat dan Pulang kerja.
Sepanjang perjalanan saya jadi teringat Almarhum Bapak. untunglah air mata tidak menetes hehehe.. saya kirimkan doa saja buat beliau. yah, sepanjang perjalanan saya terus mendoakan beliau dan terus mengenang beliau waktu jalan bersama saya semasa hidupnya.
hal yang saya ingat dengan beliau adalah, beliau sangat hapal jalan dan wilayah jakarta serta sekitarnya. kalau saya ingin berpergian dan saya tidak tau naik apa turun dimana. bapak lah yang pertama kali yang menyebutkan naik bus ini trus turun disini hehehe..
ah pak... maaf saya belum sempat "kerumah" bapak lagi...
Sunday, April 18, 2010
Aku ingin mengadu pada-MU
Bismillah
Sejak kepergian bapak, semua tanggung jawab di limpahkan kepadaku. dari mulai hal-hal yang kecil hingga .... ah sudah lah. pertengkaran kecil kadang terjadi antara saya dengan ibu, ibu dengan adik atau saya dengan adik. kalau sudah seperti ini rasanya ... entah harus berbuat apa lagi. saya hanya bisa menarik napas kemudian melepas perlahan dan saya ucapkan Astagfirullah hal'adzim.
tidak pernah saya bayangkan kehidupan saya seperti ini, tapi tetap harus bisa bertahan dengan kondisi apapun. aku tau ENGKAU tidak pernah tidur, ENGKAU tidak pernah lelah mendengar doa-doa hambanya, ENGKAU selalu menjaga kami. kepada siapa lagi saya meminta pertolongan, bantuan dan kasih sayang selain pada-MU, Tuhan ...
Seandainya masih ada bapak .. tidak akan seperti ini kejadiannya. dan kini saya baru merasakan bagaimana rasanya menjadi Tulang punggung yang benar-benar kaki di atas dan kepala di bawah. dulu saya hanya membantu sekedarnya, tapi sekarang sungguh berbeda.
Oh Tuhan.. kenapa hanya saya yang bisa di andalkan di dalam keluarga. apa saya mampu ?
"Everything is ok, Allah is the best Provider" itu kata temanku ...
Tuhan, saya mohon berikan secercah cahaya harapan untuk saya melangkah kedepan ..
Lilin Harapan itu masih ada Siti... Hayooooooooo... bangkitlah .......*untuk diri sendiri* kalau bukan dari kita yang mulai mao dari mane lagi.. ya kan ?? heu..heu..heu..
satu lagi Tuhan... i want to see him.. please bring him to me...bring him in my life ..
bring him in my future .... pleaseeeeeeee......
amin. :)
for someone out there i really need u, I want to see you here comes from toronto, canada ..
pleaseeeee come to me ...
huufftt.... Tuhan itu permintaan saya ...
Sejak kepergian bapak, semua tanggung jawab di limpahkan kepadaku. dari mulai hal-hal yang kecil hingga .... ah sudah lah. pertengkaran kecil kadang terjadi antara saya dengan ibu, ibu dengan adik atau saya dengan adik. kalau sudah seperti ini rasanya ... entah harus berbuat apa lagi. saya hanya bisa menarik napas kemudian melepas perlahan dan saya ucapkan Astagfirullah hal'adzim.
tidak pernah saya bayangkan kehidupan saya seperti ini, tapi tetap harus bisa bertahan dengan kondisi apapun. aku tau ENGKAU tidak pernah tidur, ENGKAU tidak pernah lelah mendengar doa-doa hambanya, ENGKAU selalu menjaga kami. kepada siapa lagi saya meminta pertolongan, bantuan dan kasih sayang selain pada-MU, Tuhan ...
Seandainya masih ada bapak .. tidak akan seperti ini kejadiannya. dan kini saya baru merasakan bagaimana rasanya menjadi Tulang punggung yang benar-benar kaki di atas dan kepala di bawah. dulu saya hanya membantu sekedarnya, tapi sekarang sungguh berbeda.
Oh Tuhan.. kenapa hanya saya yang bisa di andalkan di dalam keluarga. apa saya mampu ?
"Everything is ok, Allah is the best Provider" itu kata temanku ...
Tuhan, saya mohon berikan secercah cahaya harapan untuk saya melangkah kedepan ..
Lilin Harapan itu masih ada Siti... Hayooooooooo... bangkitlah .......*untuk diri sendiri* kalau bukan dari kita yang mulai mao dari mane lagi.. ya kan ?? heu..heu..heu..
satu lagi Tuhan... i want to see him.. please bring him to me...bring him in my life ..
bring him in my future .... pleaseeeeeeee......
amin. :)
for someone out there i really need u, I want to see you here comes from toronto, canada ..
pleaseeeee come to me ...
huufftt.... Tuhan itu permintaan saya ...
Saturday, April 03, 2010
Antara Jakarta dan Toronto
Saturday, March 20, 2010
Impian

- sayang u right, but i believe u since i met u online cause i like indonesian women. indonesian women is beautiful in my idea -
- i know that but we can love and i think i will try to come dear, find for me work then i will come to you. love u end miss u so much.. -
Bismillah
Sepenggal kalimat dari mereka, entah serius atau tidak tapi saya menyukai kalimatnya + saya memang menyukai mereka juga hehehe. tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk punya teman yang tinggal jauh dinegara sana, negara yang maju, negara yang dipenuhi orang-orang yang pemikirannya sangat kritis. itu menurut saya :)
Setiap orang mempunyai impian, termasuk saya. Entah impian ini impian besar, atau ?? sejak mengenal mereka beberapa bulan ini, pikiran saya tertuju pada sebuah negara tersebut. hmm... saya ingin sekali mencoba bekerja dan tinggal di negara mereka. ya kalian yang berada di Qatar dan Canada.. u know, im very missing u :)
hmm... jadi apa hubungannya kalimat mereka, negara dan impian. Kalian mungkin akan berpikir : menikah dengan orang asing, tinggal bersama mereka, dan .....
Bagi saya untuk mencari seseorang yang special yang bisa di jadikan imam, yang paling utama adalah IMAN, ( Pria Muslim). Alhamdulillah teman saya yang berada di Qatar dan Canada adalah seorang muslim. yang di Qatar tidak bisa bahasa indonesia yang di Canada bisa bahasa indonesia itulah perbedaan mereka hehehe...
dan Impian saya kali ini adalah :
I'm thinking, if my family situation is normal I will probably be looking for a job abroad, may be in qatar or canada
I'll bring the whole family to move there,, ah it was just my imagination .. hahaha ...can come true if I am happy. Amin :)
* Menyusul teman saya Rosi yang berada di Qatar
** I wait him from canada :)
Friday, February 26, 2010
Makam Bapak

Bismillah
Alhamdulillah, Hampir satu bulan saya menunggu waktu untuk mengunjungi Makam
Almarhum Bapak, dan tepat kemaren Jumat 26 Februari saya mengunjungi makam beliau.
Teriknya Panas Matahari pada hari jumat tak membuat saya mengundurkan waktu, Honda Supra Fit yang saya kendarai bersama ibu terus berpacu menuju Makam Beliau.
Kurang lebih 15 menit perjalanan, hmm.. tiba juga di "rumah bapak" segera saya parkir sepeda motor kemudian bergegas menuju tempat wudhu lalu menuju "rumah bapak".
“Assalamu ‘alaikum ya ahladdiyaar”
Ku ucapkan salam kepada penghuni Ahli Kubur ...
Hmm... Pusara Almarhum bapak sudah rapi, sudah di beri rumput tinggal papan nama Almarhum saja yang belum di ganti dengan nisan, karena memang belum 40hari beliau meninggalkan kami, meninggalkan dunia yang fana penuh dengan kemunafikan, dan jubah kesombonga manusia *menghela nafas*
Kematian... yaah makhluk di muka bumi ini semua akan mati hanya masalah waktu. lalu apa yang akan kita bawa ketika kita meninggal ?? suami, istri, anak kita, sodara, teman, sahabat, pangkat, harta, TIDAK.. bukan itu yang kita bawa. hanya AMALAN DAN KAIN KAFAN Sebagai Pakaian kita. hanye Kedua hal itu yang akan menemani kita.
Bisa kita bayangkan bukan begitu gelapnya kuburan, begitu sempitnya liang lahat, Ya Allah semoga Lantunan Ayat-Ayat Suci-Mu dapat menjadi penerang bagi manusia yang telah lebih dulu ENGKAU panggil. Amin ...
****************
Sungai bening di ujung mata saya kembali tumpah tak tertahankan melihat nama di papan makam adalah bapak saya, dan agak terisak saya mengirimkan doa dan bacaaan Yaasin.
Untuk Almarhum Bapak :
"Maafkan Putrimu ini pak, maafkan yang jarang sekali berada di rumah, maafkan atas segala kesalahan dan kehilafan saya, maafkan saya bila ada kata, sikap dan perbuatan saya yang melukai hati bapak. sungguh saya minta maaf dan saya rindu pak"
baru kemaren saya meneteskan air mata lagi, air mata itu terlihat oleh ibu. hmm untuk kali ini tak bisa saya sembunyikan. tapi lain waktu tak akan saya biarkan air mata ini menetes di depan ibuku. Takut, hanya menjadi beban saja.
Thursday, February 25, 2010
Surat
Kepada Sang Matahari Hati
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh …
Tiada banding saya bila bertatap wajah dengan matahari. Apa arti seekor Kupu-kupu kecil di hadapan matahari bila mendekat ?
Entah berapa hari yang telah memikat diri agar saya selalu menatap wajah matahari dari kejauhan dan dari pandangan hati. Tapi, itu pun masih cukup untuk membakarku. Betapa agung matahari yang aku pandang.
Dan, betapa pengecutnya diri tak sanggup langsung berhadapan dengan matahari, karena wanita diciptakan dengan rasa malu, Bukankah malu adalah perhiasan wanita ? dan bukankah malu adalah bagian dari keimanan seseorang?
Entah perasaan apa yang merambat dalam diri, sejak mata ini melihat air wudhu yang membasahi wajahmu, surat Al-Fatihah plus surat-surat panjang yang kamu bacakan dalam setiap sholatmu sanggup merevisi ketakutan saya akan figure Allah yang bernama laki-laki yang selama ini hadir dalam hidup saya. Ruang kosong antara langit dan bumi kini tak lagi senyap karena suaranya sanggup mengisi kekosongan itu.
Apakah Allah hanya mengizinkan bayangan wajah saja yang datang menjadi Pangeran hati ? Bila itupun kehendak Allah saya mencoba Iklhas, karena Hawa disana pun menanti dirimu. Tapi, Bila Allah izinkan wajah itu hadir bersama jiwa pemiliknya, maka kebahagiaan macam mana lagi yang saya inginkan sesudahnya? Itulah Puncak Kebahagiaan dari seorang Yatim, dari seekor Kupu-Kupu kecil yang Hina bernama Izza Maulidiyah.
Sesungguhnya saya mencintaimu karena agama yang ada padamu.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Maafkan kupu-kupu yang kecil dan hina ini, sungguh saya minta maaf.Saya tidak ingin ada Fitnah.
Izza Al-Fakir
Izza Maulidiyah.
(a.k.a Rindu)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh …
Tiada banding saya bila bertatap wajah dengan matahari. Apa arti seekor Kupu-kupu kecil di hadapan matahari bila mendekat ?
Entah berapa hari yang telah memikat diri agar saya selalu menatap wajah matahari dari kejauhan dan dari pandangan hati. Tapi, itu pun masih cukup untuk membakarku. Betapa agung matahari yang aku pandang.
Dan, betapa pengecutnya diri tak sanggup langsung berhadapan dengan matahari, karena wanita diciptakan dengan rasa malu, Bukankah malu adalah perhiasan wanita ? dan bukankah malu adalah bagian dari keimanan seseorang?
Entah perasaan apa yang merambat dalam diri, sejak mata ini melihat air wudhu yang membasahi wajahmu, surat Al-Fatihah plus surat-surat panjang yang kamu bacakan dalam setiap sholatmu sanggup merevisi ketakutan saya akan figure Allah yang bernama laki-laki yang selama ini hadir dalam hidup saya. Ruang kosong antara langit dan bumi kini tak lagi senyap karena suaranya sanggup mengisi kekosongan itu.
Apakah Allah hanya mengizinkan bayangan wajah saja yang datang menjadi Pangeran hati ? Bila itupun kehendak Allah saya mencoba Iklhas, karena Hawa disana pun menanti dirimu. Tapi, Bila Allah izinkan wajah itu hadir bersama jiwa pemiliknya, maka kebahagiaan macam mana lagi yang saya inginkan sesudahnya? Itulah Puncak Kebahagiaan dari seorang Yatim, dari seekor Kupu-Kupu kecil yang Hina bernama Izza Maulidiyah.
Sesungguhnya saya mencintaimu karena agama yang ada padamu.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Maafkan kupu-kupu yang kecil dan hina ini, sungguh saya minta maaf.Saya tidak ingin ada Fitnah.
Izza Al-Fakir
Izza Maulidiyah.
(a.k.a Rindu)
Friday, February 19, 2010
Rindu Terpendam

Bismillah
Melihat awan mendung disudut jendela ruangan saya yang berada di gedung berlantai 18, kini saya memendam rindu yang teramat sangat.
Rindu dengan bapak, sejak kepergiannya saya belum sempat melihat makamnya, sedangkan ibu sudah 2x, dan adik saya 1x. duh putri macam apa saya, sampai hari ini saya belum sempat melihat makamnya lagi.
maafkan putrimu ini pak, masih selalu sibuk dengan segala macam urusan, termasuk ngurusin asuransi bapak hehehe.. minggu lalu mao ke makam. tapi duh lampu merah deh mudah-mudahan Allah mengijinkan saya ya pak
dan sudah seminggu ini saya rindu dengan seseorang, hmm.. bukan seseorang tepatnya ada beberapa orang hari ini saya baru melihat sekali Wajah si Pria Berkalung Sorban, kebetulan berpapasan di lift ketika dia mao berangkat Sholat Jumat. duh .. hati ini begitu berdebar dan warna merah merona di pipi saya. Sedang Jatuh Cinta kah saya ???
Duh Gusti Bimbing Hati hamba, agar tetap terjaga .. karena saya tak ingin seperti Zulaikha..
Pak... saya rindu...
saya pun rindu si Pria Berkalung Sorban
Thursday, February 04, 2010
Yang Ku tunggu

Bismillah
Malam ke-7 bapak saya meninggal, ah saya biasa memanggil beliau dengan sebutan Bapak. Air mata kembali tumpah ruah di pipi, begitu pun dengan ibu. air mata ibu masih bisa saya usap dan saya masih menjadi sandaran baginya. Sementara siapa yang menjadi sandaran perempuan bertubuh mungil ini ?
Malam pertama hingga malam ke tujuh sosok itu pun belum muncul. sosok pria yang sudah saya kenal sejak di bangku sekolah dasar sampai sekarang. Sosok pria bertumbuh tegap, tinggi, berkulit putih, berparas tampan, dan santun.
Saya menunggunya untuk menemani saya melantunkan ayat-ayat Allah, mengirimkan doa buat bapak tercinta bersama-sama. tapi, Allah mengirimkan sosok yang lain. sosok dimana 2 tahun tanpa kabar, tanpa sapa. Hati saya bertanya-tanya : Tau kah kamu keadaan saya ?
Manusiawi, Harapan itu terus bertambah besar dan sosok itu pun tak terlihat. saya sudah melupakan pesan Rindu : Janganlah kamu berharap terhadap semua yang bernafas di bumi ini, tapi berharaplah kamu kepada Allah Swt. Kecewa itu pasti tapi saya harap dia bisa kembali datang pada Ramadhan ini, Insyaallah Jika Allah memberi Umur Panjang Amin..
Abdul Fatah ...
Ustadz Abdul Fatah ...
Sejak Kecil sudah pintar dan fasih dengan bacaan Al-Qur'an .. kamu seperti sosok Anas Falah yang saya kenal bersama Izza Maulidiyah.
Yang saya tunggu belum juga tiba, tapi terima kasih untuk kalian yang sudah meminjamkan bahunya walau hanya 5 menit hanya untuk sekedar saya tumpahkan sungai bening ini.
Ros, Mbak Lies, Bu Yanti, dan Mbak Novi, juga Rindu terima kasih...
Di iringi lagu opick yang syahdu dan ditemani foto bapak
Tuesday, January 12, 2010
Perjalanan Malam bersama 4 Arjuna #2
Setelah acara kembulan selesai, kami langsung menuju basecamp diantar mas Andi satu persatu dengan sepeda motornya. Kalau tidak salah saya urutan ketiga setelah si jeki. oh yah hampir lupa ternyata The Real Namenya adalah Sri Rezeki dan Jeki diambil dari nama belakangnya, baru kita ketahui setelah di bus menuju selo dia berikan kartu identitasnya.
saya tiba di basecamp merapi, jeki langsung menyapa saya
"mbak-e aku ndak ikut kalian yo, aku ikut sama temenku aja". sapa jeki kepadaku
tak jawab :" Ooo.. iyo..ndak pp, udh pake baju anget kan, dingin soalnya.
"udh-e mbak, wis tenang ae" jawab jeki, dan saya pun melempar senyum padanya hehehe
lalu saya menemui Mas Tono yang sudah lebih dulu ada di basecamp, sambil menunggu Mas Dhanang dan Mas Cahyo datang sayapun packing ulang barang-barang setelah itu kembali melamun, menatap langit, melihat sekeliling basecamp dan ....
( Menghela nafas ) "Ya Allah, terima kasih saya bisa kembali disini, tak terbayangkan sama sekali". bicara saya dalam hati.
Baiklah, 4 Arjuna telah tiba di basecamp selo merapi. Mas Andi Arjuna dari Pati yang nyasar di Salatiga, Mas Tono Arjuna dari Bogor asli Pati, Mas Dhanang Arjuna dari Salatiga yang mengais Rezeki di Semarang, Terakhir Mas Cahyo Arjuna dari Muntilan kampung halamannya sekaligus Kepala Suku yang meracuni saya naik, Ujung-ujungnya Tinggal di Jakarta juga hahaha dan Saya satu-satunya Bidadari yang tercantik dan termanis ( eh gile bu, PeDe Bener ) Bidadari dari Jakarta eh dari Bekasi ding nyasar di Salatiga Demi Cintanya terhadapa Kota yang penuh Kenangan hehehe.
Jarum jam di tangan saya sudah menunjukkan pukul 19.45 menit sudah malam sekali ini, akhirnya kami memutuskan untuk naik dan berdoa. Senter mulai di nyalakan ketika memasuki hutan, mulai ngos-ngosan dan saya mulai pintar-pintar untuk mengatur nafas.
saya yang berada di depan, mas Tono di belakang saya, kemudian di lanjut oleh mas Dhanang, Mas Cahyo dan terkahir Mas andi yang membawa Kulkas hehehe. Planning ngecamp di Watu gajah wuiih saking banyaknya pendaki watu gajah pun penuh akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp di tempat yang datar. Untungnya nemu yang lumayan datar hehehe coba kalau nggak waaah bisa sampe Pasar Bubrah dan telat membuat Menu andalan kami xixixixi.. di tambah Pasti tenaga juga udh abis.
Mulai memasang Tenda dan saya kebagian membereskan bagian dalam tenda, mengatur keril-keril supaya bisa tidur dengan posisi yang PW. Mas Dhanang membuat teh dengan campuran Cengkeh, kayu manis hmm.. satu lagi saya lupa. Pokoknya nikmat sampe membuat mata saya nggak bisa di ganjal dengan apapun juga. saya rasa ini minuman semacam obat tidur kekekekekekekek kemudian membuat Nasi Goreng ala Mas Dhanang saya Acungkan Jempol rasanya lumayan Nasi Goreng di campur dengan irisan Ikann Teri bawa dari Lab nya xixixi. Mas Tono dan Mas Andi membuat tempe Mendoan Rasanya lumayan juga walaupun kurang asin hehehe ah gak ape-ape yang penting Rasa Kebersamaannya itu lho Muaanntaff tenan re.
Seumur-umur mendaki Gunung baru kali ini saya di temani 4 Arjuna, Hanya saya sendiri satu-satunya Bidadari Turun dari Lereng Merbabu ( Halah Mulai Aneh ) . Makananpun sudah siap kami makan kembali secara kembulan satu tenda isi 5 Orang wah nikmatnya. Hooaaaammm ... sungguh mata saya berat skali setelah meminum beberapa kali teh buatan Mas Dhanang. bener-bener ngantuk tak tertahankan, melihat jam terakhir pukul 23.45 ah saya sungguh tidak tahan niat melihat kembang api di Atas Gunung Merbabu malah jadi tidur.
Entah jam berapa saya merasa kedinginan, kedua kaki dan telapak tangan saya dingin dan beginilah suara rintihan saya ( saya copy dari hasil koment mas Cahyo yg berada di Blog mas Dhanang )
hehe...heheee...heee...( rintihannya mbak Pilar ..... )))))
pisss.....
ono maneh mas...
Dhanang : Dingin ya mbak??? tanya Dhanang pd mbak Pilar yg menggigil.
Pilar : iya..
Dhanang : sama.....jawabnya enteng...
Cahyo : kirain mo ngasih penghangat....eh ternyata jawabnya 'sama'.
ya begitulah kiranya, waktunya itu saya hanya dengar mas dhanang tanya saya tentang rasa dingin yang saya rasakan, tapi selanjutnya saya nggak mendengar kalimat terakhirnya. Apalgi kalimat dari mas Cahyo wuiih semprul penghangat dari hongkong yang ada malah tambah dingin kaki ndak bisa di lurusin. Padahal sudah pindah tempat
Nggak Bisa di bayangkan deh, kalau ibu dirumah tau 1 bidadari + 4 Arjuna berada satu tenda walaaaah yang ada bisa Shock. Sudah..sudah hanya Kita yang tau yak ? hah ? Ki-Ta
Terdengar suara hmm.... blum sadar bener, ketika mas dhanang bangun dan membuka Tenda wah melihat Sunrise 2010 Lumayan indah, tapi Tidur lagi hihihi. Ada suara getaran dari balik tas saya setelah melihat HP : Ibu calling .. ( panik )
percakapan singkat :
Ibu : Halo mbak, heh bangun sholat shubuh
saya : Iya ( sambil lihat jam tangan, jam 05.10 kok udh terang banget yak )
ibu : Heh mbak, bangun jgn tdr lagi
saya : iya ( belum sadar bener )
ibu : ibu telp kok ndak di angkat semalem, kemana ?
saya : hah ? wah udh tidur bu. Ngantuk bangeet
ibu ; Ooo.. ya sudah ( jaringan putus )
saya ; ( menghela napas )
hahaha ... andai saja tau, bu anak gadis mu ini tidur di tenda dan maaf ya ngak sholat shubuh lah wong baju sama badan kotor. Hiaaaa Nambah Dosa lagi deh.. Ampun ya Allah pisssss ...
kemudian saya liat layar HP ada 5x MissCall ternyata iya betul itu ibu saya, dan satu sms dari Juragan Lele hehehe. Hmm... daripada tidur terus mending bangun terus liat pemandangan + masak hehehe. Gantian semalam Mas Andi, Mas Dhanang, dan Mas Tono yang masak, sekarang Giliran Saya dan Mas Cahyo masak tempe Mendoan.
Masak ini.. Masak Itu semua kenyang.. semua dah pada poto-poto. Kita Memutuskan untuk Turun. Pukul 11.00 Tiba di Base camp dan kembali ke Hotel.
Saya berpisah dengan dua arjuna dari Pati, Mas Tono dan Mas Andi. mereka kembali ke Pati dan saya, mas dhanang juga mas Cahyo kembali ke Hotel Salatiga. Perjalanan menyusuri Bukit membuat saya kembali melamun akan kenangan 2 tahun lalu. kemudian saya coba mengutak atik phone book Hp ada satu nama dan pada akhirnya kukirimkan sebuah pesan
" dek ada di rumah? "
Sending, menunggu balasan ..
Tiba di Hotel Pukul 14.00 Kalau tidak salah ya hehehe.. next ...
Mao tau cerita selanjutnya, Besok di Lanjut smoga masih ada waktu lagi Amin ..
Di Rumah, 05 Januari 2010 01.45 Wib ( mata blum bisa terpejam )
saya tiba di basecamp merapi, jeki langsung menyapa saya
"mbak-e aku ndak ikut kalian yo, aku ikut sama temenku aja". sapa jeki kepadaku
tak jawab :" Ooo.. iyo..ndak pp, udh pake baju anget kan, dingin soalnya.
"udh-e mbak, wis tenang ae" jawab jeki, dan saya pun melempar senyum padanya hehehe
lalu saya menemui Mas Tono yang sudah lebih dulu ada di basecamp, sambil menunggu Mas Dhanang dan Mas Cahyo datang sayapun packing ulang barang-barang setelah itu kembali melamun, menatap langit, melihat sekeliling basecamp dan ....
( Menghela nafas ) "Ya Allah, terima kasih saya bisa kembali disini, tak terbayangkan sama sekali". bicara saya dalam hati.
Baiklah, 4 Arjuna telah tiba di basecamp selo merapi. Mas Andi Arjuna dari Pati yang nyasar di Salatiga, Mas Tono Arjuna dari Bogor asli Pati, Mas Dhanang Arjuna dari Salatiga yang mengais Rezeki di Semarang, Terakhir Mas Cahyo Arjuna dari Muntilan kampung halamannya sekaligus Kepala Suku yang meracuni saya naik, Ujung-ujungnya Tinggal di Jakarta juga hahaha dan Saya satu-satunya Bidadari yang tercantik dan termanis ( eh gile bu, PeDe Bener ) Bidadari dari Jakarta eh dari Bekasi ding nyasar di Salatiga Demi Cintanya terhadapa Kota yang penuh Kenangan hehehe.
Jarum jam di tangan saya sudah menunjukkan pukul 19.45 menit sudah malam sekali ini, akhirnya kami memutuskan untuk naik dan berdoa. Senter mulai di nyalakan ketika memasuki hutan, mulai ngos-ngosan dan saya mulai pintar-pintar untuk mengatur nafas.
saya yang berada di depan, mas Tono di belakang saya, kemudian di lanjut oleh mas Dhanang, Mas Cahyo dan terkahir Mas andi yang membawa Kulkas hehehe. Planning ngecamp di Watu gajah wuiih saking banyaknya pendaki watu gajah pun penuh akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp di tempat yang datar. Untungnya nemu yang lumayan datar hehehe coba kalau nggak waaah bisa sampe Pasar Bubrah dan telat membuat Menu andalan kami xixixixi.. di tambah Pasti tenaga juga udh abis.
Mulai memasang Tenda dan saya kebagian membereskan bagian dalam tenda, mengatur keril-keril supaya bisa tidur dengan posisi yang PW. Mas Dhanang membuat teh dengan campuran Cengkeh, kayu manis hmm.. satu lagi saya lupa. Pokoknya nikmat sampe membuat mata saya nggak bisa di ganjal dengan apapun juga. saya rasa ini minuman semacam obat tidur kekekekekekekek kemudian membuat Nasi Goreng ala Mas Dhanang saya Acungkan Jempol rasanya lumayan Nasi Goreng di campur dengan irisan Ikann Teri bawa dari Lab nya xixixi. Mas Tono dan Mas Andi membuat tempe Mendoan Rasanya lumayan juga walaupun kurang asin hehehe ah gak ape-ape yang penting Rasa Kebersamaannya itu lho Muaanntaff tenan re.
Seumur-umur mendaki Gunung baru kali ini saya di temani 4 Arjuna, Hanya saya sendiri satu-satunya Bidadari Turun dari Lereng Merbabu ( Halah Mulai Aneh ) . Makananpun sudah siap kami makan kembali secara kembulan satu tenda isi 5 Orang wah nikmatnya. Hooaaaammm ... sungguh mata saya berat skali setelah meminum beberapa kali teh buatan Mas Dhanang. bener-bener ngantuk tak tertahankan, melihat jam terakhir pukul 23.45 ah saya sungguh tidak tahan niat melihat kembang api di Atas Gunung Merbabu malah jadi tidur.
Entah jam berapa saya merasa kedinginan, kedua kaki dan telapak tangan saya dingin dan beginilah suara rintihan saya ( saya copy dari hasil koment mas Cahyo yg berada di Blog mas Dhanang )
hehe...heheee...heee...( rintihannya mbak Pilar ..... )))))
pisss.....
ono maneh mas...
Dhanang : Dingin ya mbak??? tanya Dhanang pd mbak Pilar yg menggigil.
Pilar : iya..
Dhanang : sama.....jawabnya enteng...
Cahyo : kirain mo ngasih penghangat....eh ternyata jawabnya 'sama'.
ya begitulah kiranya, waktunya itu saya hanya dengar mas dhanang tanya saya tentang rasa dingin yang saya rasakan, tapi selanjutnya saya nggak mendengar kalimat terakhirnya. Apalgi kalimat dari mas Cahyo wuiih semprul penghangat dari hongkong yang ada malah tambah dingin kaki ndak bisa di lurusin. Padahal sudah pindah tempat
Nggak Bisa di bayangkan deh, kalau ibu dirumah tau 1 bidadari + 4 Arjuna berada satu tenda walaaaah yang ada bisa Shock. Sudah..sudah hanya Kita yang tau yak ? hah ? Ki-Ta
Terdengar suara hmm.... blum sadar bener, ketika mas dhanang bangun dan membuka Tenda wah melihat Sunrise 2010 Lumayan indah, tapi Tidur lagi hihihi. Ada suara getaran dari balik tas saya setelah melihat HP : Ibu calling .. ( panik )
percakapan singkat :
Ibu : Halo mbak, heh bangun sholat shubuh
saya : Iya ( sambil lihat jam tangan, jam 05.10 kok udh terang banget yak )
ibu : Heh mbak, bangun jgn tdr lagi
saya : iya ( belum sadar bener )
ibu : ibu telp kok ndak di angkat semalem, kemana ?
saya : hah ? wah udh tidur bu. Ngantuk bangeet
ibu ; Ooo.. ya sudah ( jaringan putus )
saya ; ( menghela napas )
hahaha ... andai saja tau, bu anak gadis mu ini tidur di tenda dan maaf ya ngak sholat shubuh lah wong baju sama badan kotor. Hiaaaa Nambah Dosa lagi deh.. Ampun ya Allah pisssss ...
kemudian saya liat layar HP ada 5x MissCall ternyata iya betul itu ibu saya, dan satu sms dari Juragan Lele hehehe. Hmm... daripada tidur terus mending bangun terus liat pemandangan + masak hehehe. Gantian semalam Mas Andi, Mas Dhanang, dan Mas Tono yang masak, sekarang Giliran Saya dan Mas Cahyo masak tempe Mendoan.
Masak ini.. Masak Itu semua kenyang.. semua dah pada poto-poto. Kita Memutuskan untuk Turun. Pukul 11.00 Tiba di Base camp dan kembali ke Hotel.
Saya berpisah dengan dua arjuna dari Pati, Mas Tono dan Mas Andi. mereka kembali ke Pati dan saya, mas dhanang juga mas Cahyo kembali ke Hotel Salatiga. Perjalanan menyusuri Bukit membuat saya kembali melamun akan kenangan 2 tahun lalu. kemudian saya coba mengutak atik phone book Hp ada satu nama dan pada akhirnya kukirimkan sebuah pesan
" dek ada di rumah? "
Sending, menunggu balasan ..
Tiba di Hotel Pukul 14.00 Kalau tidak salah ya hehehe.. next ...
Mao tau cerita selanjutnya, Besok di Lanjut smoga masih ada waktu lagi Amin ..
Di Rumah, 05 Januari 2010 01.45 Wib ( mata blum bisa terpejam )
Sunday, January 10, 2010
Salatiga kini kukembali
Bismillah
saya kembali ke kota yang berada di lereng merbabu, kota yang 2 tahun lalu saya datangi untuk menemui cinta. dan tepat pada tanggal 30 Desember 2009 saya kembali ke kota penuh kenangan, Kota Indah Salatiga.
Jakarta, 30 Desember 2009. ini ketiga kalinya saya melakukan perjalanan seorang diri dengan kota tujuan yang sama pula. sepanjang perjalanan kenangan itu pun muncul kembali. semua masih terekam jelas dan sampai sekarang pun masih ingat. tak dapat tidur pulas mata saya kembali menatap sisi jendela dan penumpang di sekitar saya. pukul 03.45 kereta saya tiba di semarang tawang, ada perubahan di stasiun semarang tawang tempat makan yang biasa saya singgahi kini sedang ada renovasi, sambil menunggu jemputan biasanya saya selalu memesan nasi rames dan teh manis angat. terjadi perubahan sedikit tak mengapa yang penting saya bisa kembali ke kota yang berada di lereng Merbabu. Adzan Shubuh pun berkumandang tak lupa saya segera sujud dan panjatkan doa atas rahmat-Nya.
mas dhanang sudah berada di depan loket saya pun segera menemuinya, udara dingin semarang pun terasa dan kami menyusuri kota tua semarang. hmm.. akhirnya saya bisa melihat Gereja Blendug. Bus Safari Dharma pun tiba kami naik menuju Kota Salatiga sepanjang perjalanan pun kami ngobrol ngalor ngidul hehehe mata sayapun tak ingin ketinggalan menikmati indahnya kota tersebut. semua masih sama seperti 2 tahun yang lalu.. yaah masih sama.. dan sayapun masih ingat.
Kami turun di Jetis, Salatiga dan menyusuri kota itu dengan berjalan kaki akhirmya saya pun bisa melihat kampus UKSW , kampus terkenal di kota salatiga. kami tiba di hotel Mutiara Salatiga gedung tua yang bercat merah itu pun masih sama. mbak Alaya dan Pak pelayan ah saya masih ingat kalian. 'pak saya kembali' ucap saya dalam hati sambil menatap pak pelayan tersebut.
kunci kamar 204 pun sudah berada di tangan. berhubung perut kami pun lapar akhirnya saya dan mas dhanang makan soto salatiga tepat di samping hotel. hmm.. semua masih sama tata letak makannnya, sotonya, pelayannya dan yang punya sotonya hehehe.. ah saya pun masih ingat kalian. Perutpun sudah kenyang cacing dalam perutpun tak lagi meronta-ronta kami kembali menuju hotel dan berbincang- bincang. sempat saya coba kamera mas dhanang walah.. hasil poto yang jelek hehehe.. ternyata susah juga ya untuk dapat hasil yang sedikit baik hehehe.
Tamu satu sudah datang yaitu saya, tinggal menunggu mas Andi dan mas Cahyo. syukurlah mas cahyo sudah tiba di Bandara A. Yani semarang so, kita tinggal menunggu saja. mas dhanang kembali ke rumah untuk mengambil perlengkapan mendaki dan sayapun istirahat sejenak.
Salatiga, 31 Desember 2009 pukul 12.00 wib mas dhanang pun tiba kembali di hotel dan selang beberapa menit mas andi dan mas tono ( teman mas andi) pun tiba dengan membawa keril setinggi kulkas hahaha ... dari jakarta saya hanya membawa perlengkapan pribadi seperti jaket, sarung tangan, sepatu dan obat-obatan. untuk SB dan Matras ndak bawa hehehe. terima kasih mas dhanang sudah menyiapkan perlengkapan saya yang kurang sehingga beban kerilnya menjadi berat. dan ini pun yang ke dua kalinya saya mendaki Gunung Merapi dengan Daypack.
Akhirnya tamu yang terakhir pun tiba hahaha mas cahyo si kepala suku yang meracuni diriku untuk naik merapi. ok tawaran di terima baru ngeh Ooo.. ini tho yang namanya adi cahyo ( diMP tertulisnya begitu hehe). mungkin sebagian orang kaget melihat saya, di poto tampak tinggi dengan lumayan tapiiiiiii kenyataannya hihihi saya orang yang imut dan kecil kekekkeekekkek.. ke-PeDean.
Ok, kami pun packing ulang barang-barang, setelah membeli logistik. melihat logistik yang begitu banyak hahaha saya pun agak kaget wah.. komplit bangeet makanannya kayak mao tamasya. sudah siap semua, saya, mas dhanang dan mas cahyo menuju Jetis untuk naik bus menuju basecamp merapi. sedangkan mas Andi dan Mas Tono menggunakan sepeda motor.
Perjalanan kami sedikit kurang lancar, kami sempat ganti bus hmm.. entah kenapa bus pertama itu menurunkan kami sebelum tempat tujuan. mungkin karena penumpangnya hanya kami. yaah jadi kami di turunkan dan uang kembalian pun di tambah. sambil menunggu bus yang ke arah pasar ampel kami bertemu dengan seorang wanita ngaku namanya Jeki.
hah ? namanya kok sing lanang yo hahaha.. saya sedikit terbengong-bengong karena kendala bahasa saya jadi rada bego hahaha.. bahasanya si jeki kayak gimana gitu. bingung daku ..
Jeki yang kami temui terus saja nyerocos ngomong. wah jujur saja saya rada pusing dengan omongannya GJ alias Gak Jelas hehehe. Jeki ikut munggak dengan kami tanpa perlengkapan lengkap dan baju seadanya yaah dia ikut aja.
Tiba di Selo pukul 18.00 Adzan Maghrib pun berkumandang, saya dan mas cahyo pun Sujud kepada sang Pencipta demi kelancaran perjalanan malam kami. Cacing dalam perut kami meronta-ronta akhirnya saya, mas Andi, mas Dhanang, dan Mas Cahyo makan secara beramai-ramai bahasa jawanya kembulan hehehe. Enakk juga makan secara Kembulan dengan di temani para arjuna wakakakakak... Arjuna dari Pati, Arjuna dari Salatiga, Arjuna dari Muntilan wekekekekkekeke..
Tak terpikirkan oleh saya malam tahun baru menyepi di Merapi, setahun yang lalu saya menyambangi Gunung tersebut dan Dua tahun yang lalu saya berada di Salatiga. Kini di penghujung tahun sayapun datang kembali.
Terima kasih ya Allah, Nikmatmu sungguh saya syukuri. Nanti di lanjut lagi ya.. smoga masih ada waktu .. amin ..
Salatiga, 31 Desember 2009
saya kembali ke kota yang berada di lereng merbabu, kota yang 2 tahun lalu saya datangi untuk menemui cinta. dan tepat pada tanggal 30 Desember 2009 saya kembali ke kota penuh kenangan, Kota Indah Salatiga.
Jakarta, 30 Desember 2009. ini ketiga kalinya saya melakukan perjalanan seorang diri dengan kota tujuan yang sama pula. sepanjang perjalanan kenangan itu pun muncul kembali. semua masih terekam jelas dan sampai sekarang pun masih ingat. tak dapat tidur pulas mata saya kembali menatap sisi jendela dan penumpang di sekitar saya. pukul 03.45 kereta saya tiba di semarang tawang, ada perubahan di stasiun semarang tawang tempat makan yang biasa saya singgahi kini sedang ada renovasi, sambil menunggu jemputan biasanya saya selalu memesan nasi rames dan teh manis angat. terjadi perubahan sedikit tak mengapa yang penting saya bisa kembali ke kota yang berada di lereng Merbabu. Adzan Shubuh pun berkumandang tak lupa saya segera sujud dan panjatkan doa atas rahmat-Nya.
mas dhanang sudah berada di depan loket saya pun segera menemuinya, udara dingin semarang pun terasa dan kami menyusuri kota tua semarang. hmm.. akhirnya saya bisa melihat Gereja Blendug. Bus Safari Dharma pun tiba kami naik menuju Kota Salatiga sepanjang perjalanan pun kami ngobrol ngalor ngidul hehehe mata sayapun tak ingin ketinggalan menikmati indahnya kota tersebut. semua masih sama seperti 2 tahun yang lalu.. yaah masih sama.. dan sayapun masih ingat.
Kami turun di Jetis, Salatiga dan menyusuri kota itu dengan berjalan kaki akhirmya saya pun bisa melihat kampus UKSW , kampus terkenal di kota salatiga. kami tiba di hotel Mutiara Salatiga gedung tua yang bercat merah itu pun masih sama. mbak Alaya dan Pak pelayan ah saya masih ingat kalian. 'pak saya kembali' ucap saya dalam hati sambil menatap pak pelayan tersebut.
kunci kamar 204 pun sudah berada di tangan. berhubung perut kami pun lapar akhirnya saya dan mas dhanang makan soto salatiga tepat di samping hotel. hmm.. semua masih sama tata letak makannnya, sotonya, pelayannya dan yang punya sotonya hehehe.. ah saya pun masih ingat kalian. Perutpun sudah kenyang cacing dalam perutpun tak lagi meronta-ronta kami kembali menuju hotel dan berbincang- bincang. sempat saya coba kamera mas dhanang walah.. hasil poto yang jelek hehehe.. ternyata susah juga ya untuk dapat hasil yang sedikit baik hehehe.
Tamu satu sudah datang yaitu saya, tinggal menunggu mas Andi dan mas Cahyo. syukurlah mas cahyo sudah tiba di Bandara A. Yani semarang so, kita tinggal menunggu saja. mas dhanang kembali ke rumah untuk mengambil perlengkapan mendaki dan sayapun istirahat sejenak.
Salatiga, 31 Desember 2009 pukul 12.00 wib mas dhanang pun tiba kembali di hotel dan selang beberapa menit mas andi dan mas tono ( teman mas andi) pun tiba dengan membawa keril setinggi kulkas hahaha ... dari jakarta saya hanya membawa perlengkapan pribadi seperti jaket, sarung tangan, sepatu dan obat-obatan. untuk SB dan Matras ndak bawa hehehe. terima kasih mas dhanang sudah menyiapkan perlengkapan saya yang kurang sehingga beban kerilnya menjadi berat. dan ini pun yang ke dua kalinya saya mendaki Gunung Merapi dengan Daypack.
Akhirnya tamu yang terakhir pun tiba hahaha mas cahyo si kepala suku yang meracuni diriku untuk naik merapi. ok tawaran di terima baru ngeh Ooo.. ini tho yang namanya adi cahyo ( diMP tertulisnya begitu hehe). mungkin sebagian orang kaget melihat saya, di poto tampak tinggi dengan lumayan tapiiiiiii kenyataannya hihihi saya orang yang imut dan kecil kekekkeekekkek.. ke-PeDean.
Ok, kami pun packing ulang barang-barang, setelah membeli logistik. melihat logistik yang begitu banyak hahaha saya pun agak kaget wah.. komplit bangeet makanannya kayak mao tamasya. sudah siap semua, saya, mas dhanang dan mas cahyo menuju Jetis untuk naik bus menuju basecamp merapi. sedangkan mas Andi dan Mas Tono menggunakan sepeda motor.
Perjalanan kami sedikit kurang lancar, kami sempat ganti bus hmm.. entah kenapa bus pertama itu menurunkan kami sebelum tempat tujuan. mungkin karena penumpangnya hanya kami. yaah jadi kami di turunkan dan uang kembalian pun di tambah. sambil menunggu bus yang ke arah pasar ampel kami bertemu dengan seorang wanita ngaku namanya Jeki.
hah ? namanya kok sing lanang yo hahaha.. saya sedikit terbengong-bengong karena kendala bahasa saya jadi rada bego hahaha.. bahasanya si jeki kayak gimana gitu. bingung daku ..
Jeki yang kami temui terus saja nyerocos ngomong. wah jujur saja saya rada pusing dengan omongannya GJ alias Gak Jelas hehehe. Jeki ikut munggak dengan kami tanpa perlengkapan lengkap dan baju seadanya yaah dia ikut aja.
Tiba di Selo pukul 18.00 Adzan Maghrib pun berkumandang, saya dan mas cahyo pun Sujud kepada sang Pencipta demi kelancaran perjalanan malam kami. Cacing dalam perut kami meronta-ronta akhirnya saya, mas Andi, mas Dhanang, dan Mas Cahyo makan secara beramai-ramai bahasa jawanya kembulan hehehe. Enakk juga makan secara Kembulan dengan di temani para arjuna wakakakakak... Arjuna dari Pati, Arjuna dari Salatiga, Arjuna dari Muntilan wekekekekkekeke..
Tak terpikirkan oleh saya malam tahun baru menyepi di Merapi, setahun yang lalu saya menyambangi Gunung tersebut dan Dua tahun yang lalu saya berada di Salatiga. Kini di penghujung tahun sayapun datang kembali.
Terima kasih ya Allah, Nikmatmu sungguh saya syukuri. Nanti di lanjut lagi ya.. smoga masih ada waktu .. amin ..
Salatiga, 31 Desember 2009
Thursday, December 24, 2009
Kau Hantarkan hati ini sampai Pulau Dewata
Bismillah
Tanganmu erat menggenggam Jemarinya, tak kan kau lepas sampai tiba di Pulau Dewata, kampung Halamanmu.
Senja sore menampilkan wajah aslinya, tak malu ia temani kalian tiba di Gilimanuk. Dua gelas Pop mie sebagai penangkal rasa lapar yang menggelayut sejak di pahala kencana. Bersama senja di Gilimanuk.
Plawa yang pertama dikenal, yang pertama disinggahi, dan kecupan manis terdampar di pipi sang bunda. ucapan salam pun telontarkan dari bibir mungilnya.
Bersama Senja Uluwatu kau genggam jemarinya kembali, Awan gelap menemani sepanjang perjalanan, bersama desiran ombak Tanah Lot kembali kau genggam jemarinya, Riakan Git-Git kau mainkan lensamu, dan lagi Sukowati kau mainkan lensamu kembali
Putih..
Indah ..
Ah Bli, Kau Hantarkan Hati ini sampai Pulau Dewata.
BALI, 28 Desember 2008
Saturday, December 19, 2009
Didepan Teras Rumahmu
Bismillah
Berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan kendaraan yang berlalu lalang, suara klakson seakan tak mao berhenti. berjalan terus berjalan tanpa henti melawan waktu yang semakin sempit. berjalan terus dengan hati yang terkoyak dan masih sedikit menyimpan harap hanya untuk menggenggam jemarinya.
Ular besi yang melaju dengan kencang menghantarkan hati yang sudah terkoyak menuju suatu tempat. keringat kembali mengucur deras di pelipis keningnya, kecemasan mulai menghantui sepanjang perjalanannya, jantungpun berdetak semakin keras, sungai beningpun mulai mengalir dipipi nya yang menawan. dan malam itu tak ada usapan hanya beberapa sorot mata yang memandangnya dengan keanehan.
perjalanan masih panjang, suara terdengar menggelegar di langit. tak ada cahaya bintang dan bulan pun tertutup awan gelap. kecemasan pun bertambah dengan ketakutan lagi dan lagi. Angin bertiup kencang tak lama hujan pun membasahi tanah, rasa dingin merasuk tulang jiwa, tak ada jemari yang menghangatkannya yah, jemari yang 180 hari lebih memberikan kehangatan padanya. tak ada hati yang menunggunya.. kini hanya hati yang terkoyak yang terlihat menyimpan sebuah harap kecil pada tubuh yang tegap.
Tiba ...
Resah, Cemas, Ketakutan, Sendiri, Dingin, Angin bertiup kencang ..
kemudian ..
dia berdiri di pintu gerbang yang sering dilewatinya tiap pekan, ia hapal .. disusurinya tiap jalan dengan kesabaran, memerhatikan disekelilingnya. Sunyi ... lagi lagi sunyi ..
tertutup .. rumput hijau itu masih terlihat segar, jalan itu masih sama seperti kemaren, selangpun masih menancap diujung kerannya, semuanya masih sama tak ada yang berubah.
malam semakin larut, semakin sunyi, hati yang terkoyak itu berdiri Di depan Teras Rumahmu. sekiranya tubuh tegap itu dapat melihat, ia tak akan berjalan di atas lukanya.
Hati yang terkoyak itu masih menunggu di depan teras rumahmu, Masih ...
Hati yang terkoyak itu adalah aku, Kekasihmu ..
Bogor, 21 July ...
Berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan kendaraan yang berlalu lalang, suara klakson seakan tak mao berhenti. berjalan terus berjalan tanpa henti melawan waktu yang semakin sempit. berjalan terus dengan hati yang terkoyak dan masih sedikit menyimpan harap hanya untuk menggenggam jemarinya.
Ular besi yang melaju dengan kencang menghantarkan hati yang sudah terkoyak menuju suatu tempat. keringat kembali mengucur deras di pelipis keningnya, kecemasan mulai menghantui sepanjang perjalanannya, jantungpun berdetak semakin keras, sungai beningpun mulai mengalir dipipi nya yang menawan. dan malam itu tak ada usapan hanya beberapa sorot mata yang memandangnya dengan keanehan.
perjalanan masih panjang, suara terdengar menggelegar di langit. tak ada cahaya bintang dan bulan pun tertutup awan gelap. kecemasan pun bertambah dengan ketakutan lagi dan lagi. Angin bertiup kencang tak lama hujan pun membasahi tanah, rasa dingin merasuk tulang jiwa, tak ada jemari yang menghangatkannya yah, jemari yang 180 hari lebih memberikan kehangatan padanya. tak ada hati yang menunggunya.. kini hanya hati yang terkoyak yang terlihat menyimpan sebuah harap kecil pada tubuh yang tegap.
Tiba ...
Resah, Cemas, Ketakutan, Sendiri, Dingin, Angin bertiup kencang ..
kemudian ..
dia berdiri di pintu gerbang yang sering dilewatinya tiap pekan, ia hapal .. disusurinya tiap jalan dengan kesabaran, memerhatikan disekelilingnya. Sunyi ... lagi lagi sunyi ..
tertutup .. rumput hijau itu masih terlihat segar, jalan itu masih sama seperti kemaren, selangpun masih menancap diujung kerannya, semuanya masih sama tak ada yang berubah.
malam semakin larut, semakin sunyi, hati yang terkoyak itu berdiri Di depan Teras Rumahmu. sekiranya tubuh tegap itu dapat melihat, ia tak akan berjalan di atas lukanya.
Hati yang terkoyak itu masih menunggu di depan teras rumahmu, Masih ...
Hati yang terkoyak itu adalah aku, Kekasihmu ..
Bogor, 21 July ...
Thursday, December 10, 2009
Hujan
Bismillah
Hujan ...
Melihat air hujan, masih teringat peristiwa setahun yang lalu. awan gelap dan hujan selalu menemani kita. what ?? Kita ..yaah itu dulu. Dulu dan dulu.
Awan diatas candi gedong songo begitu gelap, dan hujanpun turun dengan deras. tak sempat menepi, roda dua itupun terus melaju tanpa henti.
dan Tanah Lot yang begitu indah membuat kita tenggelam dalam keromantisan. air hujan, kabut, dingin, awan gelap.. ah smuanya saya ingat.
********
Turun hujan saat mendekati Pos I, berjalan terus dan terus tanpa henti. semua basah karena memang tak memakai jas hujan. Jalan yang begitu licin mempersulit kami untuk berjalan, sempat terpeleset alhamdulillah masih bisa membawa keril 35Lt
( Yaaaaaahhh 35Lt mah enteng kaleee buat ukuran wanita, )
Pacet..
Cuma satu yang saya takuti, yaitu Pacet sampe-sampe saya harus tengok kanan dan kiri juga belakang utk liat apa adakah yang menempel
Hujan nggak berhenti teruuuss saja membasahi tanah juga tubuh kami. 3 jam sudah kami menuruni jalan itu. akhirnya sampe juga di warung emmak..*ngelirik kesebelah*
Adzan mahgrib pun tiba, beberes secepatnya mengejar siular besi tak mungkin akhirnya naik si roda empat. berasa ada yang jalan pelan-pelan di ujung kaki.. Huaaaaaaaaaaa
paan tuh item kecoklatan nempel *gemeter*
Ternyata hujan membawamu pada ujung kakiku ...
setahun sudah peristiwa itu tejadi, kini harus di tutup pada agenda 2009
*menghitung hari untuk tutup buku*
Hujan ...
Melihat air hujan, masih teringat peristiwa setahun yang lalu. awan gelap dan hujan selalu menemani kita. what ?? Kita ..yaah itu dulu. Dulu dan dulu.
Awan diatas candi gedong songo begitu gelap, dan hujanpun turun dengan deras. tak sempat menepi, roda dua itupun terus melaju tanpa henti.
dan Tanah Lot yang begitu indah membuat kita tenggelam dalam keromantisan. air hujan, kabut, dingin, awan gelap.. ah smuanya saya ingat.
********
Turun hujan saat mendekati Pos I, berjalan terus dan terus tanpa henti. semua basah karena memang tak memakai jas hujan. Jalan yang begitu licin mempersulit kami untuk berjalan, sempat terpeleset alhamdulillah masih bisa membawa keril 35Lt
( Yaaaaaahhh 35Lt mah enteng kaleee buat ukuran wanita, )
Pacet..
Cuma satu yang saya takuti, yaitu Pacet sampe-sampe saya harus tengok kanan dan kiri juga belakang utk liat apa adakah yang menempel
Hujan nggak berhenti teruuuss saja membasahi tanah juga tubuh kami. 3 jam sudah kami menuruni jalan itu. akhirnya sampe juga di warung emmak..*ngelirik kesebelah*
Adzan mahgrib pun tiba, beberes secepatnya mengejar siular besi tak mungkin akhirnya naik si roda empat. berasa ada yang jalan pelan-pelan di ujung kaki.. Huaaaaaaaaaaa
paan tuh item kecoklatan nempel *gemeter*
Ternyata hujan membawamu pada ujung kakiku ...
setahun sudah peristiwa itu tejadi, kini harus di tutup pada agenda 2009
*menghitung hari untuk tutup buku*
Monday, November 23, 2009
Saya Berulang Tahun
Malam semakin larut, saya blum bisa memejamkan mata. masih asik menonton film ditemani adekku yang sedang mengerjakan PRnya. Pintu kamarpun terbuka kami melihat mata yang begitu sayu, rambut berantakan, dan kaki melangkah menuju toilet sambil berkata : "Dah malem, tidur.. besok bangun kesiangan ibu ndak mao tau lho". kata ibuku.
Kamipun menurutinya .. *Lirik ke adekku*
"dek..dek emang PRnya dah selesai", tanyaku
jawab adeku : " udh mbak, beres hehehe"
Adeku menuju kamarnya, sedangkan daku menuju kamarku. Malam yang begitu dingin hiyyy.. tidurnya belum ada yang nemenin wekekekekek. Kubaringkan tubuh ini di kasur yang empuk dan mataku memandang langit-langit atap rumah.
Hidup ini ternyata Indah
Penuh warna, ada suka ada duka
Inilah satu hal yang patut kita syukuri ..
***********
Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui ..
Jika Esok bukan Milikku maka, Ampunilah Dosaku
Dosa- Dosa dimasa lalu hingga sekarang, Hingga nafas terakhirku ..
Dan, Jika Esok Nafas itu masih Milikku
Maka Panjangkanlah Umurku, Sehatkanlah Badanku,
Lembutkanlah Hatiku, Jadikanlah Aku Ahli Syurga-Mu. Amin
Jika Esok bukan Milikku maka, Ampunilah Dosaku
Dosa- Dosa dimasa lalu hingga sekarang, Hingga nafas terakhirku ..
Dan, Jika Esok Nafas itu masih Milikku
Maka Panjangkanlah Umurku, Sehatkanlah Badanku,
Lembutkanlah Hatiku, Jadikanlah Aku Ahli Syurga-Mu. Amin
************
Flahback lagi selama setahun ini, apa yang sudah terjadi ? apa yang sudah saya lewati ?( Weuw yang ini ada sesinya tersendiri, Insyallah nanti di Kilas Balik 2009 )
Seperti biasanya pertambahan dan berkurangnya usia, saya meminta doa dari sang azimat hati yang selama ini menemani kami, Ibuku. Kabulkanlah Doa Ibuku Ya Allah ..
Dan hari ini saya masih sedikit resah karena perpanjangan KTP blum selesai hehehe..
hasil poto tadi pagi tidak memuaskan ... ( padahal udh make-up .. tetep aja JELEK )
Hari ini bersyukur :
- Masih diberi nafas
- Masih bisa melihat Matahari
- Masih bisa melihat & bertemu dgn teman-teman saya
- Alhamdulillah Sehat
- Alhamdulillah masih bisa tersenyum
- Allhamdulillah masih bisa kerja
Hayoo apalagi.... Nikmat mana lagi yang Allah berikan pada-Mu, Maka Bersyukurlah
*ngantuk berat, dan tak berani minum kopi* Hiaaaaaaaaa .....
Monday, November 16, 2009
Kuingin Terbang Bebas

Ku ingin terbang bebas ...
Terbang bebas, lepas, tak terpenjara,
Akhir-akhir ini merasa terpenjara akan masa lalu, yaah beban masa lalu yang selalu membuat saya ingin berontak.
Setanpun membisikkan sesuatu yang buruk kedalam telingaku, Argh kau tak kan pernah berhenti mengganggu anak cucu adam yang satu ini.
Imanku sedang naik - turun ( duh kayak tensi jeng
*halah, mulai nggak jelas lagi*.
Ingat kata-kata dungde : "Sudah jangan kau lawan Rasa itu, semakin kau lawan semakin sakit dan terpuruk. Ikutin saja ... Santai saja toh hanya sebuah Rasa".
Rasa Manis enak di telan lha kalau Rasa pahit atau Sepet pengen muntah
Andai tak kudengar kabar itu, mungkin tidak begini jadinya. Mungkin ..
Tidak mungkin kabar itu tak akan sampai di telingaku ... Tidak mungkin .. tidak mungkin ..
salah satu teman pasti menyapaku via Ym dan ternyata Benar.
Sudahlah... sekarang tinggal menghitung hari. Jadi ingat kondisiku beberapa bulan lalu.
ah tak kusangka harus ikut "Terapi" OoO.. Memang harus. "Terapi" yang membuatku mengucurkan keringat tiap sepertiga malamnya, "terapi" yang membuat sungai bening terus mengalir dipipi, "Terapi" yang membuat ... membuatku tersadar.
Dan, lagi-lagi bayangan "mereka" merusak jaringan otakku, merusak lambungku, dan lagi-lagi hampir mematikan langkahku *Plak*.
***********
Terima kasih teman
Setelah itu tak bisa memenjamkan mata lagi, bayangan "mereka" masih dekat di pelupuk mata, mao marah tak mungkin ingat dosa yang menumpuk. dan pada akhirnya kunyalakan laptop lalu ku dengarkan beberapa lagu sambil belajar terjemahan Al-Quran Digital yang kudapat dari temanku.
Senandung Opick dengan Rapuh, Mendamba-Mu, Taubat, Melly dengan takdir, dan KCBnya membuatku melayang jauh.
( Cieeeeeeeeeeeeeee ... awas jatoh lar, tambah sakit ntar )
Ya allah kuingin bebas dr beban masa lalu ini, bisa kah ??
Seperti lagunya Iwa K
Bebas lepas kutinggalkan saja semua beban dihatiku
melayang kumelayang jauh
melayang dan melayang
melayang kumelayang jauh
melayang dan melayang
Yaaaaaaaaaa saya ingin bebas
Lepas...
Terbang Jauh
Tak ingin kuingat "mereka" lagi....
dan Kuingin Bahagia
Bahagiakan "mereka" Tuhan
Maka, Engkau akan membahagiakanku pula bukan ??
Amiiiiiiiiiinn ...
Menanti Soto Ayam, 171109
Wednesday, November 11, 2009
Lemot
Bismillah
Badan lemas, Punggung sakit, Mata terlihat sayu, Perutpun buncit heu heu heu bukan.. bukan buncit kayak orang cacingan aja. Beberapa hari ini nggak begitu bersemangat, Capek mungkin itu yang dirasa. Ya, sekarang saya merasa cepet capek.
Pekerjaan memang tidak terlalu banyak tapi tetap saja memerlukan konsentrasi yang tinggi, butuh suatu ketelitian juga, kalau salah akan berdampak besar.
Sit, Tolong cek-in data banknya ya !!!!
Ooo.. hooh
Ooo.. hooh
Itu "sapaan" acounting saya tadi pagi, hmm... diam sejenak dan hanya menatap lembaran kertas putih itu. kemudian saya membuka program kerja ........ oh my God untuk membuka program kerja dibutuhkan user id dan pasword *menatap layar komputer*
huaaaaaaaaaaa.... saya lupa pasword program kerja saya sendiri
*masih tetep berusaha mengingatnya*
********
Menuju stasiun motor saya hampir menabrak sedan waktu arah tikungan, Fuiiihh kageet
Perempuan adalah Driver terburuk hahaha, Argh entah kenapa beberapa hari ini Pikiran saya terganggu oleh beberapa orang ( Ih, lagian ngapain sih dipikirin ). Tiba di stasiun, Yudi langganan koran saya memberikan keripik yang saya pesan kemaren.
"jadi berapa yud?" tanya saya
"ah jeban aja, kata yudi sembari membereskan
korannya.
saya pun merogoh kantong kecil yg berada di dalam bodypack, lalu membayarnya
*diam kembali*
eh..eh..eh.. Yud, itu jeban apa goceng sih ? coba liat duitnya ?
Hiahaha.. saya salah kasih duit, ternyata gocengan ..cape deeeeeeh.
si Yudi juga nggak ngeh, maen masukin aja tuh duit ke kantong celananya tanpa liat lagi nominal uangnya.
Berhubung ibu nggak masak, jadi beli Soto Lamongan aja deh buat makan siang nya.
Biasa langganan saya kalau nggak bawa "Bontot" dari rumah, seperti biasa saya menyapa si mas-mas ini dengan logat jawa yang seadanya hehehe kemudian memesan 1 Soto tanpa nasi dan tanpa ceker. ok Soto sudah siap ...
Berapa mas ? tanyaku
Biasa mbak Goceng. Jawab si tukang soto
( Ini Soto paling Mumer dan dijamin Uenak pas buat yang sedang Tongpes wekekekek )
Goceng ?? Go-ceng ?? *mikir kayak orang oon*
Goceng itu 5000 ya ? tanyaku pada seorang teman kereta.
"Hah ? masa elu kagak tau goceng ya iyalah goceng itu 5000, ah jangan2 elu kagak tau duit 5000 itu kayak apa" jawaban temanku
Argh sebegitu lemot kah saya atau Telmi kah saya sampe sulit membedakan mana Goceng dan mana Cenggo, hmm.. tapi masalah duit mah saya tau duit 5000 itu seperti apa hehehe.
Argh menyebalkan sekali kejadian pagi ini, Pikiran apa sih yang menggagu otak saya sampe sebegitu parahnya. ( Hayo pil, mikirin sapa hayo.. hayoo ?? )
Mikirin 3 Pria yang kemaren duduk didepan saya hahaha.. kereen bangeet booo
lumayan penyegaran mata hahaha.. :p
Dan pagi ini punggung saya masih berasa pegal, padahal isi bodypack udh di kurangin tetep aja berasa berat, apalagi bawa keril alamaaaaaaaakkk..
ah sudah..sudah.. saya masih mencoba mengingat password saya ini ..
kerja dulu yeeee...
met mengais sesuap nasi hehehe..
didepan komputer, 111109
Friday, November 06, 2009
Cibodas
Tuesday, November 03, 2009
Tanggung Jawab 2 dunia

Bismillah..
Cukup lelah mata saya hari ini, seharian berada didepan layar komputer. Ngantuk mulai melanda Alhasil saya mencoba untuk membuat kopi. Jujur saja saya tidak terlalu suka dengan kopi, apa boleh buat daripada menguap trus dan kerjaan bisa saja salah.
Hari ini saya mengerjakan 2 tanggung jawab saya :
yang pertama dengan pekerjaan saya di kantor dan kedua adalah tanggung jawab mengerjakan tugas-tugas kampus. Oh NO kali ini tugas kampus yang membuat saya kerepotan bagaimana tidak, soal begitu banyak dan untuk mencari jawaban saya harus membuka mbah gugel untuk setiap soal yang apabila jawabannya tidak ada di modul. Mungkin Dosen yang satu ini kurang mengerti kaleee ye sebagian mahasiswi dan mahasiswanya adalah para karyawan yang waktu dan energinya sudah cukup terkuras dengan pekerjaan dr pagi sampai sore.
Yaah.. namanya juga Kuliah sambil Bekerja sudah resiko yang harus diterima bukan ?
Bukan saatnya untuk mengeluh, lebih baik kerjakan 2 tanggung jawab itu hahaha..Dengan kesibukan itu setidaknya saya bisa sedikit demi sedikit melupakan sesuatu yang nyaris membuat saya "Jatuh". Walaupun saya tau perjuangan ini sepertinya blum berakhir .. Argh I Don't Care about Them. saya masih bisa berdiri kokoh dengan kedua kaki, Jangan sebut saya Pilar kalau saya tak mampu melawan rasa ini hehehe .. hu hu hu
Ok, Semangaaaat terus Pilar
Raih masa depan untuk kebahagian keluarga..
Keluarga saya tentunya :)
Subscribe to:
Posts (Atom)


